Sunday, August 15, 2010

Gara² Perampok

Aku adalah anak tunggal dalam keluargaku, aku berumur 18 tahun dan namaku Hamid. Ibuku berumur 38 tahun dan bapaku berumur 45 tahun, seoang yang sibuk dengan urusan perniagaannya. Selepas melahirkan aku, ibu tidak dapan mengandung lagi kerana mengalami masalah di rahimnya. Aku terlalu sukar untuk mempercayai bahawa aku terlalu berahi kepada ibuku. Sukar bagiku untuk membuang perasaan itu dari kotak fikiranku sejak aku menonton cerita lucah jepun yang mengisahkan seorang anak meniduri ibunya sendiri. Namun aku tidak berani melakukan apa-apa tindakan untuk meniduri ibuku sendiri. Aku hanya

aku merelakan tubuhku ditiduri oleh anakku

Aku enggak mengerti, kenapa ini semua bisa terjadi. Jelasnya, aku merelakan tubuhku ditiduri oleh anakku sendiri yang kulahirkan dari rahimku. Aku menaikmatinya dan aku justru ketagihan tidur bersama anakku Ragil. Anak bungsuku yang sangat manja dan selalu mengikutiku kemana saja. Tidak seperti anak sulungku yang juga pemuda, serta anak keduaku yang gadis. Mereka sudah merasa malui berjalan denganku. Beda dengan ragil berusia 18 tahun ini, selalu mau memboncengku ke pasar saat belanja sepulangnya dari sekolah atau menemaniku apa saja.

Biar Lambat Asal...Nikmat 2


Esoknya sikap ibunya sudah seperti biasa. Hanya Farid yang sedikit canggung. Tapi tak urung malamnya Farid meminta untuk menetek sama ibunya, biar bagaimanapun setelah merasakan. Tentu Farid ingin merasakannya lagi, tentu saja ditolak mentah – mentah oleh ibunya. Farid tidur sambil merengut. Pantang menyerah saat tidur esok harinya ia kembali meminta, kali ini dengan rayuan maut dan ancaman. Lisna hanya berbaring saja mendengarkan ocehan anaknya ini.

Monday, May 24, 2010

Elegi 1 : Antara Ada dan Tiada

Ray baru saja bangun dari tidurnya. Kepalanya rada pusing, Ray meringis....duh..kebanyakan minum semalam. Ray keluar dari kamarnya, sekilas melirk jam di dinding, hampir jam 10, mamanya seperti biasa pasti ke kantor, kakaknya Dina, tahu banget, kagak jelas dan juga gak terlalu ia pikirkan. Ray ngelihat meja makan, kosong...seperti biasa, cuma ada makanan pada jam segini hanya kalau mama libur kerja. Ray mengambil rokok lalu duduk sambil merokok. Pikirannya mengembara ke mana – mana.

Gairah Terlarang

Namaku Deni, usiaku saat ini 16 tahun, baru saja naik kelas 2 SMU. Aku adalah anak semata wayang orangtuaku. Ayahku, Gito, 40 tahun, seorang pegawai swasta, dengan posisi sudah mapan, ibuku, Santi, 36 tahun, juga bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan swasta. Secara ekonomi keluarga boleh dibilang mapan menengah ke atas. Kami sekeluarga tinggal di kota Jakarta. Ayahku sendiri berasal dari kota Semarang, sementara ibuku berasal dari sebuah desa di dekat kota Tasikmalaya. Kalau aku, ya karena lahir dan besar di kota Jakarta, lebih merasa sebagai orang Jakarta saja tuh.

Biar Lambat Asal...Nikmat

Matahari bersinar sangat terik sekali siang ini. Farid baru saja membuka pintu gerbang, ingin secepatnya masuk ke dalam rumah yang sejuk. Ditutupnya kembali pintu gerbang, menuntun motor bebeknya, memarkirnya dengan rapi di garasi samping, segera melangkahkan kaki ke pintu depan. Pintu depan terbuka, sepertinya ada tamu, Farid melihat bayangan orang sedang berbicara dari balik jemdela. Kurang jelas terlihat dari pagar sini. Sambil melangkah masuk ia mengucapkan salam.

SI BUAH HATI


Dedi, 44 tahun, nampak gelisah di atas tempat tidurnya, sulit tidur. Jam baru saja menunjukkan pukul 2 lewat. Dia melirik ke sampingnya, istri keduanya, Teti, 30 tahun yang baru ia nikahi 2 tahun yang lalu nampak tidur pulas. Dedi menghela nafas, perlahan turun dari tempat tidur, keluar kamar. Pelan – pelan tak mau membangunkan istrinya. Di luar ia menuju dapur, membuat secangkir minuman hangat. Ia lalu membawanya ke sofa, duduk agak berbaring. Pusing, banyak yang dipikirkan.

Labels

 

Followers

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | Vhoris. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by [Pencinta Incest] .